BUKTI NYATA NKRI HARGA MATI DI KEPULAUAN SIMEULUE

SINABANG | simtim.simeuluekab.go.id – Panitia Hari Ulang Tahun Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2018 Kabupaten Simeulue, melaksanakan kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di Kepulauan Terluar Kecamatan Simeulue Cut, Senin (13-8-2018.

Pemerintah Daerah Simeulue hal ini Wakil Bupati Simeulue beserta unsur Forkopimda Simeulue turut menghadiri rangkaian kegiatan memperingati HUT RI ke 73 ini. Pengibaran bendera merah putih ini dengan melaksanakan upacara bendera di Pulau Terluar tepatnya di Kecamatan Simeulue Cut, dan yang menjadi peserta upacara diantaranya Sekda Simeulue, Staf Ahli, Para Asisten, Ka. SKPK, para Camat dalam wilayah Kabupaten Simeulue, para Kepala Bagian Setdakab Simeulue, Unsur Muspika Kecamatan Simeulue Cut, OKP, KNPI serta Ormas, dan jajaran Pemerintah Kecamatan Simeulue Cut yang menjadi tuan rumah kegiatan dimaksud. Adapun penanggung jawab pelaksana kegiatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2018 tingkat Kabupaten Simeulue ini adalah Lanal Simeulue.

Hj. Afridawati selaku Wakil Bupati Simeulue mengambil alih sebagai Inspektur Upacara pada moment yang bersejarah ini, dikarenakan kegiatan dimaksud adalah sebuah agenda tahunan setiap peringatan 17 Agustus yang dilaksanakan di Pulau Terluar Simeulue Cut. Pulau Simeulue Cut adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia di pesisir barat pulau Sumatra. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Simeulue, Aceh. Pulau ini berada 1,4 mil (sekitar 2,24 kilometer) di sebelah barat dari pulau Simeuleu (atau di sebelah barat laut dari pulau Nias) dengan jarak tempuh membutuhkan waktu sekitar 40 menit perjalanan laut dari pusat kecamatan. Kepulauan terluar ini sesuai dengan penetapan Pemerintah Pusat yang telah menetapkan 111 pulau kecil terluar Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017. Dimana penetapan pulau-pulau kecil terluar ini dilakukan untuk meminimalisir masalah-masalah yang kerap mengganggu keamanan nasional, seperti penjualan tanah pulau kepada pihak asing, dan kepemilikan pulau secara privat oleh warga negara Indonesia maupun oleh pihak asing.

Penetapan pulau-pulau ini untuk mencegah isu okupasi atau klaim kepemilikan pulau oleh warga negara lain. Juga bisa mengawasi aktivitas ilegal yang sering kali terjadi seperti penyeludupan narkoba, perbudakan, bahkan illegal fishing.

Wakil Bupati Simeulue (Afridawati) dalam amanatnya pada upcara ini menyampaikan bahwa, pelaksanaan upacara di Kepulauan Terluar ini sebagai bentuk kecintaan dan kesetiaan kita terhadap NKRI, dengan semangat kemerdekaan, mari kita bersama sama merenungkan kilas balik perjuangan para pahlawan Indonesia, agar menjadi semangat bagi diri kita semua sebagai generasi penerus perjuangan bangsa.

“Dengan kehadiran kita semua dalam mengikuti upacara hari ini dengan segala upaya yang telah kita lakukan untuk sampai kelokasi ini adalah perwujudan sikap serta apresiasi rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dan tokoh – tokoh pendahulu kita, “tambah Afridawati.

Afridawati juga menambahkan, mewakili seluruh warga masyarakat Kabupaten Simeulue menaru Harapan besar kepada Bapak Danlanal Simeulue beserta jajarannya, untuk dapat bersinergi Positif dengan pihak Kodim 0115/Simeulue dan juga pihak Polres Simeulue kiranya dapat melaksanakan tugas dalam menjaga kedaulatan Wilayah Indonesia khususnya Pulau Simeulue Cut dan juga termasuk Pulau Selaut Besar yang merupakan Pulau Terluar lainnya dalam wilayah Kabupaten Simeulue.(/isi)

 

Posted on: August 13, 2018, by :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *