Melalui HUT TNI Ke-73, Profesionalisme Untuk Rakyat Indonesia

SINABANG | simtimceria.id – Jajaran Pemerintah Kabupaten Simeulue bersama unsur Forkopimda hari ini mengikuti upacara HUT TNI Ke-73 tahun 2018 yang digelar oleh Kodim 0115/Simeulue di lapangan Pendopo Simeulue, Jum’at (05-10-2018).

Upacara yang diperingati setiap 5 Oktober ini, menurut sejarah pembentukan TNI pada 5 oktober tepat satu bulan lebih setelah kemerdekaan, melalui sebuah maklumat dari pemerintah yang ditetapkan sebagai tanggal kelahiran TNI. Khususnya Kabupaten Simeulue, mengahadirkan pasukan dari Lanal, Polres, Dishub, Satpol PP dan WH, Polhut, Basarnas, Pramuka, ASN, dan pasukan dari Kodim sendiri. Dan yang menjadi Inspektur Upacara pada giat ini langsung dipimpim oleh Kasdim 0115/Sml.

Kasdim 0115/Sml, Mayor Inf Renaldi, dalam amanatnya menyampaikan amanat dari Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, yang secara serentak dibacakan setiap upacara HUT TNI ini di seluruh Nusantara, mengatakan turut berduka akan musibah yang baru saja dialami daerah Palu, Sigi, dan Donggala Propinsi Sulawesi Tengah atas tragedi musibah gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September lalu, serta juga Lombok yang sebelumnya juga dilanda gempa.

TNI telah mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan, serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap untuk Palu, Sigi, dan Donggala serta daerha yang terkena musibah di Sulawesi, usaha dan kerja keras bahu membahu ini juga dibantu berbagai komponen bangsa.

Kiprah TNI dalam berbagai bentuk penugasan baik didalam maupun luar Negeri, membentuk TNI menjadi postur yang disegani. Sebagai alat Negara, tugas TNI tidak Iepas dari berbagai tantangan saat ini maupun dimasa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik, ekonomi dan teknologi global, telah menciptakan ruang atau dimensi dan metode peperangan baru. Krisis ekonomi yang diikuti dengan ketegangan percaturan politik global, membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangka prospek masa depan. Selain menghadapi kompleksitas tantangan ke depan, kita juga harus menghadapi gejolak alam yang terjadi akhir-akhir ini. TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, harus membantu Pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah. Pada tahun 2018 ini TNI telah teriibat dalam penanggulangan bencana diberbagai daerah, seperti kejadian Iuar biasa gizi buruk di Asmat Papua, letusan gunung agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu.

Sambutan lainnya dalam amanat Panglima TNI ini juga mengatakan tugas lain yang tidak kalah pentingnya yakni membantu Pemerintah dalam mengatasi aksi Terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan event besar seperti Asian Games yang baru saja dilaksanakan di Palembang.

(/is)

 

Posted on: October 5, 2018, by :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *