CEGAH KORSLETING LISTRIK DENGAN MELAKUKAN HAL INI !

SINABANG | simtimceria.id – Musibah kebakaran bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya karena korsleting listrik, seperti yang baru-baru ini terjadi di Simeulue yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Simeulue yang ke-20 pada 12 Oktober kemarin, yang diduga api berasal dari arus pendek.

Korsleting atau hubungan pendek arus listrik adalah suatu keadaan di mana suatu hubungan dengan tahanan listrik yang rendah yang mengakibatkan aliran listrik jadi sangat besar. Dan aliran besar ini lewat melalui sambungan yang tidak semestinya. Nah, aliran listrik yang tidak wajar ini bisa menghasilkan panas dalam waktu yang cepat,  serta menimbulkan kebakaran atau ledakan yang akan membakar benda di sekitarnya.

Biasanya, korsleting listrik ini disebabkan karena ada konduktor atau penyalur listrik positif dan negatif dalam kabel yang berhubungan satu dengan yang lainnya.

Ini bisa terjadi karena penyambungan kabel kurang memperhatikan kutubnya, atau bahan isolator yang menutupinya kurang sempurna, Isolator adalah bahan yang sulit melakukan perpindahan muatan listrik, sehingga bisa menghambat aliran listrik.

Untuk meminimalisir akibat korsleting tersebut, ada baiknya simak tips aman agar rumah tidak terbakar akibat konsleting listrik berikut ini :

1. Gunakan peralatan elektronik sesuai prosedur.

Jangan membiasakan diri menggunakan listrik paralel dan menggunakan stop kontak yang bertumpuk-tumpuk karena mudah memicu hubungan arus pendek. Serta hindari menggunakan peralatan elektronik dalam jangka waktu yang sangat lama. Peralatan elektronik yang overheat akan lebih mudah memicu hubungan arus pendek. Tidak hanya itu, kita juga harus menggunakan kabel listrik yang sesuai dengan kapasitas listriknya.

2. Perhatikan daya listrik.

Penggunaan peralatan elektronik perlu memperhatikan daya yang sesuai dengan daya listrik rumah. Karena penggunaan listrik yang melebihi kapasitas daya yang ada, dapat berpotensi mengalami kebakaran. Perhatikan daya listrik pada setiap barang yang kita pakai dari kardus tempat penyimpanan.

3. Periksa secara rutin regulator tabung gas dan instalasi listrik.

Saat anda meninggalkan rumah, pastikan regulator tabung gas sudah terlepas agar semakin mengurangi risiko kebakaran.

Tidak hanya itu, Anda juga harus periksa secara rutin agar dapat terkontrol apabila ada hal-hal yang mampu menyebabkan konsleting.

4. Hemat energi.

Mulaimembiasakan diri untuk mematikan lampu atau mencabut stop kontak saat tidak digunakan. Selain dapat mengurangi risiko konslet, kita juga bisa menghemat untuk biaya listrik setiap bulannya.

Tidak hanya itu, hal ini juga sangat penting untuk menjaga keselamatan keluarga dari kebakaran.

5. Jauhkan benda yang mudah terbakar.

Ada baiknya Anda menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar di dekat sumber api. Lebih baik simpan benda-benda ini dengan baik dan aman.

Tidak hanya itu Anda juga harus menyimpan segala macam pemantik seperti korek api, rokok, lilin, untuk disimpan jauh-jauh dari sumber api. Awasi penggunaan api dan jangan pernah meninggalkan api menyala di dekat barang-barang yang mudah terbakar untuk mencegah kebakaran.

Kemudian, perlu kita perhatikan juga jangan biarkan anak-anak asal mencolokkan kabel-kabel ke sumber listrik tanpa pengawasan orang dewasa atau orang tua, seperti saat sedang berbain handphone atau gadget atau peralatan elektronik lainnya, jika terjadi korsleting listrik sebaiknya segera minta orang dewasa untuk mematikan listrik dari kWh meter dan tidak menyiram sumber kebakaran dengan air. (/tim).

Posted on: October 13, 2019, by :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *