Desa Sinabang

PROFIL DESA SINABANG KECAMATAN SIMEULUE TIMUR

SEJARAH DESA SINABANG.

Legenda sejarah pembangunan Desa Sinabang berawal dari keinginan sekelompok orang ratusan yang lalu, dimana pada awalnya Desa Sinabang dijadikan Desa Induk dan menjadi Desa Ibu Kota  Sinabang Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Desa Sinabang pada awalnya membawahi dusun-dusun yang ada disekitarnya, dimana dusun-dusun tersebut sekarang menjadi desa yang berpenduduk tidak kalah tanding dengan Desa Sinabang yang notabene awalnya memimpin Desa-Desa tersebut. Adapuan awalnya Dusun yang dibina oleh Desa Sinabang adalah Desa Suka Maju, Desa Suka Karya, Desa Suka Jaya dan Desa Air Dingin. Hingga dengan berkembang ilmu, informasi dan juga kepadatan penduduk, pemerintah setempat membagi dan mendefinitifkan Dusun-Dusun tersebut yang dibawahi oleh Desa Sinabang merupakan Desa kabupaten Kota Pulau Simeulue, dimana pusat pemerintahan dan pembelajaran masyarakat ada sekitar Desa Sinabang.

Sistem Pemereintahan Desa Sinabang berazaskan pada pola adat atau kebudayaan dan peraturan formal yang sudah bersifat umum sejak zaman dahulu, pemerintahan Desa dipimpin oleh Kepala Desa, Kepada Dusun dan RT. Imeum Mukim memiliki peranan yang cukup kuat dalam tatanan pemerintahan Desa, yaitu sebagai penasehat baik dalam penetapan sebuah kebijakan ditingkat Pemerintahan Desa dan dalam memutuskan sebuah putusan hukum adat. Badan Perwakilan Desa (BPD) menjadi bagian lembaga penasehat Desa, Badan Perwakilan Desa juga sangat berperan dan berwenang dalam memberi pertimabangan terhadap pengambilan keputusan-keputusan Desa, memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh Kepala Desa . Imeum Meunasah berperan mengorganisasikan kegiatan-kegiatan keagamaan, Luas Desa Sinabang 411 Ha dengan jumlah penduduk 2.325 jiwa. Hingga sekarang Desa Sinabang memiliki 3 (tiga) Dusun yaitu;

  • Dusun Suka Makmur
  • Dusun Suka Damai
  • Dusun Damai Makmur

SEJARAH PEMERINTAHAN DESA

No

Priode

Nama Kepala Desa

Sumber informasi

1

1946-1947

Oemar Maja

 

2

1947-1 963

Sutan Pangaduan

 

3

1963-1965

Njak Diman

 

4

1965-1972

H. Tjoet Hasyim

 

5

1972-1978

Sutan Basyir

 

6

1978-1982

Suatan Raswin

 

7

1982-1989

Teuku Johan

 

8

1989-1990

Sabirin

 

9

1990-1992

Iskandar

 

10

1992-1998

M. Noor. H

 

11

1998-2003

Asfaruddin Bs. BA

 

12

2003-2004

Sutan Radian

 

13

2004-2010

Rajuman Sari

 

14

2010-2016

Rajuman Sari

 

15

2016 s/d Sekarang

Julnaidi, SE

 

Sejarah penelusuran Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Sinabang dimulai sejak tahun 1996 sampai dengan sekarang

NO

PERIODE

NAMA BPD

SUMBER INFORMASI

KET

1

1996-1999

M. Noor. H

 

LMD

2

1999-2001

Asfaruddin

 

LMD

3

2001-2007

Sutan Radian

 

LMD

4

2007-2008

Djuminsyah

 

BPD

5

2008-2010

Umar Darwis

 

BPD

6

2016 -Sekarang

Defian Jamil

 

BPD

SEJARAH PEMBANGUNAN DESA SINABANG.

Pembangunan yang dilaksanakan di Desa Sinabang didanai dari  berbagai sumber dapat dilihat sejak tahun 1940 hingga sekarang.

No

Jenis Pembangunan/

Kegiatan

Periode

Sumber dana

Donor

Vol

Ket

1

Dermaga  Samudra

1940

APBN

1 Unit

Aparat Desa

2

Kantor WEDANA

1947

APBD

1 Unit

Aparat Desa

3

Kantor BATEPRA

1950

APBD

1 Unit

Aparat Desa

4

SD/MIN

1950-1960

Swadaya

3 unit

Aparat Desa

5

Kantor POS

1951

APBD

1 Unit

Aparat Desa

6

RUTAN

1951

APBN

1 Unit

Aparat Desa

7

Kantor Pengadilan

1952

APBD

1 Unit

Aparat Desa

8

Kantor DanDis

1951

APBD

3 Unit

Aparat Desa

9

SKP

1952

Swadaya

1 Unit

Aparat Desa

10

PGA

1958

Swadaya

1 Unit

Aparat Desa

11

SMP

1958

Swaadaya

1 Unit

Aparat Desa

12

Kantor Jaksa

1972

APBD

1 Unit

Aparat Desa

13

Meunasah

1960

Swadaya

2 Unit

Aparat Desa

14

SMA

1971

Swadaya

1 Unit

Aparat Desa

15

Mesjid

1960-1973

Swadaya

2 Unit

Aparat Desa

16

Gedung BPD

1981

BUMN

1 Unit

Aparat Desa

17

Dermaga Fery

1982

APBN

1 Unit

Aparat Desa

18

Gedung BRI

1987

BUMN

1 Unit

Aparat Desa

19

Gedung BSM

1996

BUMN

1 Unit

Aparat Desa

 PASCA TSUNAMI

1

Rumah Penduduk

2005

BRR

20 Unit

Aparat Desa

2

Rumah Penduduk

2005

Swadaya

19 Unit

Aparat Desa

3

Islamic Centre

2005

BRR

1 Unit

Aparat Desa

4

Rukoh

2005

Swadaya

50 Unit

Aparat Desa

5

Pasar Sore

2006

UNI SAVE

1 Unit

Aparat Desa

6

SD. 15

2008

CODAID

1 Unit

Aparat Desa

7

Mesjid At-Taqwah

2009

BRR

1 Unit

Aparat Desa

8

Rehap Drainase

2009

BRR

2000 m

Aparat Desa

9

Drainase + Pavin Block

2009

APBA

86 m

Aparat Desa

 10

Pavin Block

2011

APBA

75 m

Aparat Desa

KEADAAN SOSIAL DESA SINABANG.

Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Desa Sinabang Masih Kentalnya Akan Sikap Ukhwa Islamiah Modern, Walau Desa Sinabang Bias Dikategorikan salah Satu desa yang sudah maju di kecamatan simeulue timur hal ini bisa dilihat dalam aktivitas keseharian masyarakat desa sinabang, tingkat partisipasi dalam kegiatan bergotong royong, takziah desa, taman pengajian Al-Quran (TPA) Tiga Dusun Aktif, Kunjungan Tempat Orang Sakit dan wirid yasin setiap hari jumat dusun selau dilaksanakan dan aktif sampai saat ini, kesadaran akan masyarakat untuk hidup rukun dan tentram bertetangga semakin tinggi. Disamping itu masyarakat desa sinabang juga bersifat terbukan dan transparansi, dalam hal penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan desa sinabang yang akan lebih baik ke depannya

Perekonomian desa sinabang secara umum di dominasi pada sektor home industri, TNI, PNS, Nelayan, Polri, Tukang, Pedagang Dan Juga sebagian masyarakat yang bermata pencaharian tidak tetap dan juga tidak menutup kemungkinan masih ada pengangguran . Adapun kegiatan sosial desa yang sering dilakuan sehari-hari Adalah :

  •      Gotong royong bersama
  •      Penyantunan untuk anak yatim
  •      Melakukan takziah ke tempat orang meninggal dunia
  •      Ceramah setiap hari besar Islam
  •      Berkunjung ke tempat orang sakit
  •      Persatuan Olah Raga PKK dan Pemuda
  •      Arisan
  •      Takziah ke tempat orang meninggal
  •      Berkunjung ke tempat orang s melahirkan
  •      Kegiatan PKK
  •      Posyandu
  •      Shalat fardhu kifayah apabila ada warga yang meninggal dunia
  •      Pembinaan TPA di Mesjid
  •      DLL

GEOGRAFIS DESA SINABANG.

Secara Administrasi dan geografis Desa Sinabang berbatas dengan :

No

Batas Wilayah

Batasan Dengan Desa

Batas Lain

1

Sebelah Utara

Desa Suka Maju

2

Sebelah Timur

Laut

3

Sebelah Barat

 Desa Suka Karya

4

Sebelah Selatan

Desa Suka Maju

TIPOLOGI DESA SINABANG.

No

Uraian

Ya / Tidak

Keterangan

1

Desa sekitar hutan

Ya

2

Desa sekitar laut

Ya

3

Desa terisolasi

Tidak

 

4

Perbatasan dengan kabupaten lain

Tidak

5

Perbatasan dengan kecamatan lain

Ya

6

Tanah Hamparan

Ya

 

7

Pola Pemukiman

Ya

 

ORBITASI DESA SINABANG.

No

Uraian

Satuan

Keterangan

I

Orbitasi Umum

1

Jarak ke ibu kota provinsi

500

Km

2

Jarak ke ibu kota kabupaten

198

Km

3

Jarak ke ibu kota kecamatan

200

Km

II

Orbitasi Khusus

1

Jarak ke gunung

1

Km

2

Jarak ke laut

50

M

Pelabuhan Lama

3

Jarak ke sungai

300

M

 

4

Jarak ke pinggiran hutan

500

M

5

Jarak ke pasar

250

M

Desa Sinabang

6

Jarak ke pelabuhan

3000

M

Kolok

7

Jarak ke bandar udara

15

Km

Bandara Lasikin

8

Jarak ke terminal

000

M

Desa Suka Jaya

9

Jarak ke kantor polisi/militer

145

M

Polsek Simtim

10

Jarak ke tempat wisata

10

Km

Pantai Ganting

11

Jarak ke tempat hiburan

100

M

Pelabuhan Lama

SUMBER DAYA ALAM DAN EKONOMI DESA SINABANG.

Keseharian masyarkat Desa Sinabang memiliki mata pencaharian yang sangat beragam. Sebahagian besar Pedagang, Nelayan, Pegawai Pemerintah, Pegawai Swasta dan Buruh. Desa Sinabang merupakan Desa tertua yang  terpadat di Kabupaten Simeulue dan menjadi saksi bagi pertumbuhan Kabupaten ini. Desa Sinabang yang geografisnya Terletak 20015’ – 20055’ Lintang Utara (LU) dan 95040’-95030’ Bujur Timur (BT), yang kondisi desanya sebahagian besar tekstur tanahnya daratan rendah dengan luas wilayah ±430 Ha. Sejak  negara Indonesia ini belum merdeka Desa Sinabang sering digunakan sebagai akses menuju daratan terluar seperti Sumatra dan lainnya. Dimana daerah tersbut salah satu yang sering digunakan sebagai pintu masuk untuk tiba ke pulau Simeulue ini dan salah satu pintu keluar menuju daratan sumatera dan lainnya.

Banyak pendatang yang berdomisili di Desa Sinabang dan masyarakatnya yang mudah menyatu membuat daerah tersebut dipadati oleh penduduk sehingga sebagian masyarakat meliat peluang untuk berwiraswasta hingga saat ini kita masih dapat melihat Desa Sinabang merupakan daerah perdagangan.

Selain itu Desa Sinabang yang dekat dengan laut dimanfaatkan oleh sebahagian masyarakat untuk mengait rezeki dari hasil laut untuk kebutuhan maupun di komoditikan.

Guna melindungi dan melestarikan fungsi lingkungan hidup dengan tetap melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan, maka penentuan kawasan-kawasan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa wilayah sebagaimana yang tertera pada rencana pola ruang Kabupaten Simeulue.

Untuk Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat desa perlu Mengetahui Sumber daya alam apa saja yang ada dan dapat dikelolah di Desa Sinabang. Berikut adalah Daftar Sumber Daya Alam Desa Sinabang.

No

Pemanfaatan Lahan

Luas (Ha)

Keterangan

1

Luas Wilayah Desa Sinabang

430 Ha

 

2

Tanah Sawah

 

 

a.  Irigasi Teknis

 

 

b.  Irigasi Setengah Teknis

 

 

c.  Tadah Hujan

 

3

Tanah Bukan Sawah

 

 

 

a.  Area Pemukiman

  400

 

 

b.  Area Pertanian

 

 

c.  Area Perkebunan

 

 

d.  Area Pendidikan

2

 

 

e.  Area Industri

15

 

 

f.   Area Perdagangan

5

 

 

g.  Area Pusat Pelayanan Kesehatan

 

 

 

h. Area Rekreasi dan Olah Raga

15

 

 

i.  Jalan/Lorong

1

 

 

j.  Jembatan

0,5

 

 

k. Gorong-gorong

0,5

 

Potensi Pengembangan Wilayah Desa Sinabang.

Berdasarkan letak dan kondisi geografis maka potensi pengembangan wilayah di Desa Sinabang lebih mengarah kepada pemanfatan pasar  untuk UKM dan Koperasi, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah penduduk semakin banyak penduduk semakin banyak kebutuhan masyarakat.

Wilayah Rawan Bencana Desa Sinabang.

Berdasarkan RPJMD Kabupaten Simeulue maka Desa Sinabang memiliki potensi kebencanaan seperti :

  1. Potensi bencana geologi; berupa bencana gempa bumi.
  2. Potensi puting beliung; tidak terlalu memiliki dampak yang signifikan
  3. Potensi bencana banjir; memiliki dampak yang signifikan
  4. Potensi abrasi dan erosi; memiliki dampak yang signifikan
  5. Potensi kekeringan; memiliki dampak yang signifikan
  6. Potensi bencana kebakaran lahan; tidak memiliki dampak yang signifikan

Aspek Kesejahtaraan Ekonomi Masyarakat Desa Sinabang.

Masyarakat Desa Sinabang  merupakan Desa yang sumber pendapatan masyarakatnya bervariasi. Sebagian besar Pedagang, Nelayan, Pegawai Pemerintah, Pegawai Swasta dan Buruh.

No

U r a i a n

Jumlah

Ket

1.

 Petani

 

2.

 Perkerbunan

 

3.

 Peternak

 

4.

 Nelayan

306

 

5.

 Swasta

 

 

6.

 PNS

17

 

7.

 Pensiunan

 

 

8.

 Pertambangan dan penggalian

 

 

9.

 Industri pengolahan Pabrik Batu Bata

 

 

10.

 Industri pengolahan Kerajinan Anyaman

 

 

11.

 Pedagang Grosir

 

 

12.

 Pedagang Eceran

62

 

13.

 Rumah Makan

6

 

14.

 Angkutan

 

 

15.

 Pergudangan

 

 

16.

 Komunikasi

 

 

17.

 Jasa

2

 

18.

 Apotek Air Miniral

 

 

19.

 Tukang jahit

19

 

20

 Lainya(Gas,Listrik,Konstruksi,Perbankan, dll )

 

 

JUMLAH

111

 

 Kelembagaan Desa Sinabang.

Kelembagaan Desa Sinabang terdiri dari Pemerintah Desa (Kepala Desa dan Perangkat Desa), Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat, Kerjasasama Antar Desa dan Badan Usaha Milik Desa. Sistem pemerintahan Desa Sinabang berazaskan pada peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik peaturan yang ditetapkan pemerintah pusat maupun pemerintah Daerah disamping pola adat atau kebudayaan dan peraturan formal yang sudah bersifat umum sejak zaman dahulu, Fungsi dari kelembagaan tersebut memiliki peranan yang sangat penting dan cukup kuat dalam tatanan pemerintahan Desa, baik sebagai penasehat penetapan sebuah kebijakan ditingkat pemerintahan Desa maupun dalam memutuskan sebuah putusan hukum adat.

Struktur Kelembagaan Desa Sinabang.

 

Sumber : Desa dan BPS Kab. Simeulue.