Profil Puskesmas SimTim

Profil Puskesmas Simeulue Timur

Kepala Puskesmas Simeulue Timur

Nama : Fitra Angelin, SST, M.K.M

Nip : 19860505 201003 2 001

Tempat/Tgl. Lahir : Sinabang, 5 Mei 1986

Agama : Islam

VISI DAN MISI PUSKESMAS SIMEULUE TIMUR

VISI Puskesmas Simeulue Timur adalah Mewujudkan Puskesmas Simeulue Timur Nyaman dan bermutu

MISI Puskesmas Simeulue Timur adalah Mewujudkan Puskesmas Simeulue Timur Nyaman dan bermutu

  1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Masyarakat
  2. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Kesehatan Puskesmas
  3. Memberikan Pelayanan Kesehatan Dasar Sesuai Standar Operasional Prosedur
  4. Mendorong Masyarakat Untuk Mandiri dan Berprilaku Hidup Bersih Dan Sehat

TATA NILAI

M   = Mandiri  ( Membentuk masyarakat mandiri dalam perilaku hidup bersih dan sehat )

A   = Amanah ( Amanah dalam menyimpan kerahasiaan pasien “ Rekam Medik “ )

S   = Senyum  ( Senyum, sapa dan salam pada pasien serta sesama staf )

A   = Adil       ( Tidak membeda – bedakan pasien dalam pelayanan )

R   = Ramah  ( Ramah terhadap pasien dalam pelayanan )

E   = Empati  ( Berusaha merasakan penderitaan pasien )

K   = Kekeluargaan ( Memperlakukan pasien lakyaknya keluarga sendiri )

Dengan demikian, Puskesmas sebagai ujung tombak terdepan dalam tata pelaksanaan pembangunan kesehatan serta merupakan pemasok sumber data dan informasi dijajaran kesehatan diharapkan akan dapat berperan lebih banyak terutama dalam merekam dan mengawasi langsung kondisi kesehatan di wilayah kerja sehingga hasil rekaman tersebut dapat menjadi masukan dalam menyusun perencanaan-perencanaan kesehatan.

Sesuai dengan reformasi dibidang kesehatan yang telah menetapkan visi pembangunan kesehatan yang tercermin dalam motto “ Indonesia Sehat 2022 “  yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kedisiplinan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang ( Masyarakat ) agar terwujud derajat kesehatan masyarakat Bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan di semua aspek dan pelosok yang baik mudah terjangkau atau pun tidak, namun tidak menguranggi minat untuk tujuan peninggakatan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh wilayah Negara Republik Indonesia.

Beberapa indicator yang digunakan untuk memantau derajat kesehatan masyarakat seperti : angka kematian bayi mau pun Ibu yang diupayakan dapat diturunkan, angka harapan hidup waktu lahir dan status gizi masyarakat serta pengendalian penyakit menular mau pun tidak menular serta indicator lainnya.Hal ini merupakan keberhasilan program peningkatan perbaikan derajat kesehatan,serta  peningkatan sarana dan prasarana kesehatan pada masyarakat yang bisa membuat kepercayaan tiap individu itu tertanam lebih dalam di hati sehingga masyarakat yang tidak menamatkan pendidikan tingkat dasar pun percaya akan kualitas sarana dan SDM kesehatan itu sendiri. Serta status Indonesia Sehat 2022 pun lebih ditekanantara lain Program Perbaikan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, Program Pemberantasan Penyakit Menular ( KLB). Peningkatkan manajemen pembangunan kesehatan maka perlu disajikan Profil Kesehatan yang merupakan informasi kesehatan tahunan. Dewasa ini sistim informasi kesehatan dirasakan belum sepenuhnya berfungsi secara efektif dan efesien dalam menunjang program-program kesehatan sedangkan disisi lain kita sadar bahwa system kesehatan perlu dimantapkan dan dikembangkan untuk menunjang sepenuhnya pelaksanaan manajemen dan pembangunan upaya-upaya kesehatan itu sendiri yang lebih optimal lagi di semua aspek pembangunan.

Kecamatan Simeulue Timur yang terletak ujung timur Pulau Simeulue, dengan luas  wilayah 17.597,25 Km² terdiri dari daerah pegunungan dan dataran terbagi dalam 10 Desa ,dimana luas Wilayahnya kerja Kecamatan Simeulue Timur menjadi 6.093,72 Km² Puskesmas Simeulue Timur di Kepalai oleh Ibu Fitra Angelin,SST.,M.K.M sejak tanggal 06 Maret 2018 dengan Jumlah staf keseluruhan 81 orang dimana staf PNS 38 orang, kontrak 8 orang, Bakti Bergaji 1 orang, Bakti Murni 27 orang, Bakti Magang 2 orang dan petugas Pustu berjumlah 5 orang. Puskesmas Simeulue Timur memiliki dokter Umum 3 orang (dr.Yuri Onasofia Lestari (PNS), dr.Indah Dena Martila {Kontrak} dan drg. Muhammad Yusuf  (PNS).

Wilayah kerja Puskesmas Simeulue Timur dengan jumlah wilayah kerjanya 10 desa,yaitu Desa Suak Suluh,Desa Kota Batu, Desa Air Dingin,Desa Ameria Bahagia,Desa Suka Jaya,Desa Sinabang,Desa Suka Karya,Desa Suka Maju,Desa Amaiteng Mulia, Desa Lugu.

Dengan  10 desa, 3 Pustu, 27 Dusun, 32 pos posyandu, 17 Unit PAUD dan TK, 12 unit SD, 5 Unit SMP Sederajat dan 6 Unit SMA Sedejat. Dimana jarak ±  15 Km dianggap sebagai desa jauh. sedangkan desa yang memiliki jarak tempuh  ±  1 Km atau 5 menit s/d 15 menit Km ke Puskesmas Kabupaten di anggap desa dekat. Kecamatan Simeulue yang ber Ibu Kota Sinabang berbatasan dengan 4 batas yaitu sebelah Timur berbatasan dengan Laut Hindia, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Teupah Tengah, sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Puskesmas Kuala Makmur ,sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Teupah Selatan.

Lingkungan Fisik dan Biologis

Pembangunan Kesehatan diselenggarakan oleh masyarakat sendiri yang pengelolaan di lapangan memanfaatkan sumber-sumber setempat dalam penyelenggaraan secara terus-menerus serta terorganisir hingga ikut merangkaikan hasil-hasil kegiatannya secara tersambung dengan perpanjangan program-program Puskesmas di desanya serta mampu terpadu dan menunjang system kesehatan nasional.Lingkungan fisik dan biologis merupakan komponen yang sangat penting dalam mendukung perkembangan pembangunan kesehatan dan tidak dapat dipisahkan dari semua kehidupan manusia, sehingga kualitas mau pun kwantitas sangat berperan dalam proses terjadinya gangguan kesehatan secara tidak langsung terhadap masyarakat.Biasanya kualitas lingkungan yang ada merupakan resultan dari berbagai kondisi baik yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa alam maupun oleh karena aktivitas dan prilaku hidup manusiadalam ruang lingkup itu sendiri.

Pembangunan yang dilaksanakan selama ini, hasilnya semakin dirasakan oleh hampir semua masyarakat yang sekaligus juga memberi pengaruh dan pendukung dan juga perubahan pada gaya hidup / prilaku masyarakat.Kadang-kadang yang terjadi justru memperbesar resiko pada kualitas lingkungan dan sekaligus merupakan ancaman bagi kesehatannya sendiri dalam pencapaian derajat kesehatan yang di harapkan. Pembangunan sarana sanitasi dasar bagi masyarakat yang berkaitan langsung dengan masalah kesehatan atau lingkungan meliputi penyediaan air bersih, jamban sehat, perumahan sehat, kesehatan lingkungan serta tempat–tempat umum yang juga sangat mendukung peranannya dalam pembangunan derajat kesehatan yang sehat.

Kondisi lingkungan fisik dan biologis untuk Kecamatan Simeulue Timur dapat dilihat dari beberapa hal seperti ; sarana air bersih, pembuangan kotoran, saluran pembuangan air limbah ( SPAL ),tata kota serta penyehatan perumahan atau lingkungan dan juga taman kota.

Sarana air bersih

Pelayanan air bersih juga menjadi indikator dalam aspek sosial yang sangat – sangatlah perlu mendapatkan perhatian, diasumsikan bahwa derajat kesehatan maupun kesejahteraan masyarakat tinggi apabila askes mereka kepada air bersih tinggi pula. Secara umum dapat dikatakan bahwa sumber air yang banyak digunakan masyarakat di Kecamatan Simeulue Timur antara lain ; PAM, BOR, air sumur, dan Penampungan air hujan.

Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Simeulue Timur menggunakan air sumur untuk berbagai keperluan rumah tangga. Masih ada beberapa rumah tangga yang masih menggunakan air hujan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Jumlah rumah tangga yang menggunakan fasilitas PAM sekarang ini sudah rata – rata meiliki di setiap rumah tangga. permasalahan yang dihadapi atau yang mungkin akan muncul adalah apakah air ( baik air dari PDAM, BOR maupun air hujan ) yang digunakan tersebut kebutuhan dalam kehidupan apakah memenuhi syarat uji kesehatan dan uji laboratorium.

Kualitas air dari sumber – sumber itu perlulah dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan rehabilitasnya bagi kehidupan. Data ini akan membantu dalam pembangunan dan pengembangan jaringan pengadaan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan dan tidak adanya dampak yang negatif kelak akan layak dan tidaknya suatu mutu kebersihan air dalam kehidupan masyarakat.

Pembuangan kotoran (BAB)

Sistem pembuangan kotoran manusia/air besar sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan resiko penularan penyakit khususnya penyakit saluran pencernaan. Klasifikasi pembuangan kotoran dilakukan berdasarkan atas tingkat resiko pencemaran yang mungkin ditimbulkan.dalam hal ini sistem pembuangan air besar digolongkan menjadi 4 kategori yaitu seperti ; Teng, leher angsa, cemplung dan plengsengan. Adapun presentase Penduduk dengan akses sanitasi layak sebesar 37,7 %.

Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi dimana kondisi ketika suatu komunitas tidak buang air besar (BAB) sembarangan,  Mencuci tangan pakai sabun, Mengelola air minum dan makanan yang aman, Mengelola sampah dengan benar, serta Mengelola limbah cair rumah tangga yang sesuai dengan kondisi lingkungan. STBM menekankan pada perubahan perilaku masyarakat untuk membangunan sarana sanitasi dasar dengan melalui upaya sanitasi yang benar.

  • Prinsip Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)
  1. Meningkatkan ketersediaan sarana sanitasi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat sasaran.
  2. Melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi.
  3. Tidak adanya subsidi yang diberikan kepada masyarakat, tidak terkecuali untuk kelompok miskin untuk penyediaan fasilitas sanitasi dasar.
  4. Masyarakat sebagai pemimpin dan seluruh masyarakat terlibat dalam analisa permasalahan, perencanaan, pelaksanaan serta pemanfaatan dan pemeliharaan.
  5. Menciptakan prilaku masyarakat yang higienis dan saniter untuk mendukung terciptanya sanitasi total.

Inti kegiatan STBM di masyarakat ada pada tahap pemicuan, yang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat untuk mampu menganalisa kondisi sanitasi wilayahnya.

Pelayanan kesehatan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit dengan sasaran utamanya adalah masyarakat. Karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak, maka peranan pemerintah dalam pelayanan kesehatan masyarakat  mempunyai bagian atau porsi yang besar. Namun akibat keterbatasan sumber daya pemerintah, maka potensi masyarakat perlu digali atau diikutsertakan dalam upaya pelayanan kesehatan masyarakat,jangkauan dapat diwujudkan dengan interfensi mempunyai daya ungkit yang tinggi terhadap pokok masalah yang sebenarnya yaitu masalah kesehatan yang spesifik di Kecamatan Simeulue Timur secara rinci dapat diuraikan seperti pada berikut ini :

Sarana/Prasarana Kesehatan

  • Satu buah Puskesmas Induk
  • 6 Buah rumah dinas
  • 3 Pustu
  • 22 buah Posyandu UKBM.

Terdiri dari :

  • 1 Posyandu Bayangkari Polsek
  • 1 Posyandu POS Kodim
  • 1 Posyandu POS LANAL
  • 19 Posyandu Desa